Warga Bangkalan, sebuah kota kecil di Indonesia, dibuat bingung dan khawatir dengan serangkaian mutasi yang tidak dapat dijelaskan yang terjadi di komunitas mereka. Orang-orang melaporkan melihat makhluk aneh dengan ciri-ciri abnormal, pertumbuhan aneh pada tumbuhan, dan bahkan mutasi pada tubuh mereka sendiri.
Salah satu warga, Siti, menceritakan melihat makhluk mirip kucing berkepala dua berkeliaran di jalanan pada malam hari. Yang lain, Agus, menemukan bahwa tanaman tomatnya menghasilkan buah-buahan yang aneh dan tidak berbentuk, yang sepertinya merupakan kombinasi dari sayuran yang berbeda. Dan yang lainnya, Rudi, memperhatikan bahwa kulitnya telah mengembangkan bercak-bercak aneh yang sepertinya menyebar seiring berjalannya waktu.
Pihak berwenang setempat telah dibanjiri dengan laporan mengenai kejadian aneh ini, namun sejauh ini mereka belum mampu memberikan jawaban apa pun. Beberapa warga berspekulasi bahwa mutasi tersebut mungkin disebabkan oleh polusi dari pabrik terdekat atau bahkan semacam radiasi yang tidak diketahui.
Ketidakpastian dan ketakutan seputar mutasi ini membuat warga Bangkalan merasa tidak berdaya dan rentan. Banyak yang takut meninggalkan rumah pada malam hari, bahkan ada yang memakai masker dan sarung tangan untuk melindungi diri dari apa pun yang menyebabkan mutasi ini.
Para ilmuwan telah dipanggil untuk menyelidiki fenomena tersebut, namun sejauh ini mereka belum dapat menemukan jawaban pasti. Beberapa orang berpendapat bahwa mutasi tersebut mungkin disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor lingkungan, namun belum ada yang dapat dikonfirmasi.
Sementara itu, warga Bangkalan masih bertanya-tanya apa penyebab mutasi aneh tersebut dan apakah mereka dalam bahaya. Ketidakpastian dan ketakutan yang menyelimuti situasi ini membuat banyak orang merasa gelisah dan mencari jawaban.
Ketika misteri terus terkuak, warga hanya bisa berharap bahwa solusinya akan ditemukan sebelum mutasi lebih lanjut terjadi. Sementara itu, mereka tetap waspada dan waspada terhadap kejadian aneh yang terjadi di kota mereka.
